Rabbanitour & Travel
Travel Umroh Terpercaya Pilihan Keluarga Indonesia

Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah

Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah – Terdapat sebuah lautan yang memisahkan antara benua Asia dan benua Afrika, laut yang menyimpan sebuah kisah tentang kebesaran Allah SWT. laut yang menyimpan bukti kesombongan dan kekejaman Fir’aun beserta bala tentaranya, laut yang menjadi saksi Nabi Musa as menyelamatkan bani Israil dari kejaran Fir’aun, laut tersebut dikenal dengan sebutan Laut Merah.

Biasanya Jamaah Haji Indonesia yang apabila datang ke tanah Suci akan menyaksikan Laut tersebut. Begitu juga jika anda berumroh bersama Rabbani Tour, anda akan dibawa untuk menyaksikan Laut Merah dan masjid terapung yang juga berada disana. Menikmati perjalanan city tour bersama Rabbani, menyaksikan bukti-bukti sejarah.

[dapatkan promo menarik dari Rabbani Tour, Paket Umroh HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR hanya 25 JUTA]

Dalam posisi geografis, Laut Merah merupakan perairan teluk yang menyambung langsung dengan laut Arab di sebelah selatan. Ada beberapa negara yang posisinya di sepanjang Laut Merah ini, diantaranya Arab Saudi, Mesir, Sudan, Eritrea dan Etiopia atau biasa juga disebut dengan negara Maghribi. Jika menuju ke utara, maka akan ditemukan kanal yang bernama Suez yang akan menyambungkan Laut Merah dengan Laut Mediterania. Laut yang menjadi pemisah benua Asia dan Afrika ini memiliki lebar dari lokasi terjauh sekitar 300 km, adapun panjang satu pesisir Laut Merah mencapai 1.900 km. untuk kedalaman Laut Merah tersebut dihitung dari yang terdalam mencapai 2.500 meter.

Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah

Laut Merah tersebut pernah menyimpan sejarah Nabi Musa as yang melintas membawa kaum Bani Israil untuk menyelamatkan dari kejaran Fir’aun yang dzolim. Kisah Nabi Musa as membelah Laut Merah tersebut diperkirakan telah terjadi sekitar 3.500 tahun yang lalu. Telah disebutkan dalam al-Qur’an di surat al-Baqarah ayat 50, yang artinya: “dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, kemudian Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) & pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” Sejarah ditenggelamkannya Fir’aun di dasar lautan terbukti dengan ditemukannya sebuah bangkai kereta kuda juga tulang-belulang manusia yang berada di dasar Laut Merah, diduga itu semua merupakan milik pasukan dan pengawalnya Fir’aun.

Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah
Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah

Penelitian ilmiah menyimpulkan bahwasannya Nabi Musa as telah menyembrangi Laut Merah di wilayah Nuwaiba, semenanjung Sinai Mesir. Rute yang disebrangi tersebut memiliki kedalaman sekitar 800 meter ke ara Mesir & 900 meter ke arah Arab. Adapun jarak Nuwaiba di sisi timur laut Merah sampai semenanjung Arab di tepi barat itu sekitar 1.800 meter. Untuk lebar lintasan saat Nabi Musa membelah Laut Merah diperkirakan 900 meter. Dengan data tersebut bisa dibayangkan berapa besar daya energi yg dibutuhkan untuk menyibakkan air laut sehingga dapat membuat lintasan dengan lebar 900 meter dan jarak 1.800 meter. Laut tersibak dengan begitu lama karena Bani Israil yang ikut menyertai Nabi Musa as menyebrangi Laut Merah tersebut sampai 600.000 orang. Sungguh ini merupakan kekuasaan Allah SWT yang diberikan kepada Nabinya Musa as.

Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah
Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah

[promo diskon jika anda mengambil Umroh Keluarga]

Dalam hitungan fisika, jika Laut Merah yang tersibakkan itu berlangsung selama 4 jam saja, maka akan membutuhkan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2,8 juta newton/meter persegi. Jika dikaitkan dgn kecepatan angina, maka akan melebihi kecepatan angin pada saat terjadinya badai angin yg begitu kencang. Hitungan ini dilakukan oleh seorang pakar yang berasal dari Rusia, yang bernama Volzinger, maka akan diperlukan hembusan angina dengan kecepatan konstan 30 meter per detiknya, atau 108 km per jam sepanjang malam untuk bisa menyibakkan air Laut dengan kedalaman 800 meter.

Berkaitan dengan fenomena yang terjadi pada masa itu, yang kemudian peneliti dari Amerika Serikat juga mengakui bahwa terbelahnya Laut Merah ketika itu kemungkinan terjadi. Dengan disimulasikan melalui teknologi computer untuk mempelajari bagaimana angina bisa mempengaruhi air, maka terlihat hasilnya bahwa angina tersebut mampu mendorong air sehingga dapat menyibakkan daratan yang ada di dasar laut.

Universitas Colorado AS dan Pusat Riset Atmosfir Nasional (NCAR) telah menyebutkan bagaimana terbelahnya air (laut) dapat dipahami dengan teori mekanika fluida. Dorongan angina dapat menggerakan air dengan cara yang memang sesuai dengan hukum-hukum di dunia Fisika, yakni dapat menciptakan lorong atau sebuah jalan yang aman dilalui dengan air yang berada di kedua sisinya, dan setelah itu memungkinkan air untuk tiba-tiba menutup kembali jalan tersebut.

Para peneliti tersebut kemudian mempelajari bagaimana sifat badai topan yang terjadi di samudera Pasifik yang dapat menggerakan juga mempengaruhi air samudera yang begitu dalam. Mereka menunjukan satu situs di wilayah Laut Mediterania sebagai tempat penyebrangan dengan model tanah yg mungkin bisa terjadinya air laut terbelah.

Model tersebut memerlukan formasi berbentuk huruf U dari sungai Nil & Laguna yang dangkal di sepanjang garis pantai. Angin yang mempunyai kecepatan 63 mil/jam yang berhembus selama kurang lebih 12 jam mampu mendorong air hingga kedalaman 6 kaki atau sekitar 2 meter. ini menjadikan sebuah jembatan tanah yang memanjang 3 sampai 4 km (2-2,5 mil) dengan luas 5 km (3 mil) hingga jalan tersebut terbuka selama 4 jam.

Berdasarkan riset yang dilakukan peneliti-peneliti barat, maka bisa disimpulkan bahwa memang laut bisa terbelah yang kemudian memperlihatkan dasar lautnya. Namun untuk kebenaran laut itu terbelah dikarenakan dorongan angin yang kuat itu hanya kemungkinan yang kecil, yang pada intinya kita sebagai umat Muslim hanya meyakini dengan kekuasaan Allah SWT semuanya bisa terjadi, wallahu Alam.

Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah

Ada pelajaran yang dapat kita petik dari kisah tersebut. Sebagaimana Allah SWT telah firmankan dalam surat Yunus: 90-92:

Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah
Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah

Ketika Allah menyelamatkan jasad Fir’aun agar menjadi pelajaran yang bisa diambil untuk umat setelahnya. Allah juga menunjukkan bagaimana akhir yang pedih dari sebuah kehidupan seseorang yang senantiasa bermaksiat serta kufur kepadaNya. Ketika Allah berikan kekuasan terhadap seseorang namun ternyata dengan kekuasaan tersebut ia menjadi dzolim terhadap kaumnya dan menjadikan dirinya sombong juga lupa diri. Bahkan kesombongannya melampui batas, hingga Firaun menganggap dirinya sebagai Tuhan. Firaun memaksa manusia untuk menyembah dirinya, melakukan pembunuhan dan kerusakan-kerusakan di muka bumi. Padahal begitu banyak mukjizat yang Nabi Musa tunjukan kepada Firaun untuk menyadarkan dirinya, akantetapi kesombongan dan kelalaiannya tidak sedikitpun menyadarkan dirinya.

Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah
Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah

Demikian paparan singkat mengenai Kisah Sejarah Fir’aun yang Tenggelam di Laut Merah semoga ada guna dan manfaat yang dapat dipetik dari kisah tersebut. Segera daftarkan diri dan keluarga anda di Paket Umroh 2017 dan dapatkan promo-promo yang menarik dari Rabbani Tour.